Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2013

Motif Batik Nusantara


Motif Batik Nusantara Dan Corak Kain Batik Nusantara – Indonesia telah di akui dunia sebagai negara penghasil batik.Motif Batik Nusantara ,Beberapa daerah penghasil batik seperti Solo, Pekalongan dan Yogyakarta pastinya sudah banyak di ketahui oleh masyarakat luas. Berbicara tentang keindahan kain batik nusantara tentu lepas dari motif motif yang menghiasi batik itu sendiri. Kalau dalam postingan sebelumnya Anda mungkin sudah baca tentang Motif Batik Indonesia juga beragam motif batik dari daerah penghasil batik seperti yang sudah di sebutkan di atas di seperti motif batik Pekalongan, Motif Batik Solo serta motif batik Yogyakarta, di sini ada lagi beragam motif batik nusantara yang berasal dari daerah lain yang ada di Indonesia. Sebagai contohnya Anda bisa lihat motif batik nusantara dari beberapa daerah seperti yang tampak pada gambar motif batik nusantara berikut ini.
Contoh Gambar Motif Batik Nusantara
Motif Batik Nusantara
Motif Corak Kain Batik Dari Madura
Kain Batik Bali
Motif Corak Kain Batik Bali
Motif Batik Tulis
Motif Corak Batik Tulis
Gambar motif batik dari Bali, Madura serta contoh batik tulis di atas hanya sebagian kecil dati motif batik nusantara yang ada. Ada banyak motif batik Indonesia seperti yang bisa Anda lihat di Motif Batik Pekalonganyang corak dan warnanya  sangat mempesona, demikian juga dengan  Motif Batik Yogyakarta yang tentu juga sangat indah dan cantik. Dan setiap motif batik yang berasal dari tiap daerah biasanya juga mengandung makna serta filosofi yang nilainya sangat sarat akan makna.
Perkembangan Batik di Indonesia memang kian pesat, dari mulai jenis dan macam macam kain batik, apalagi yang berkaitan dengan fashion seperti Baju Batik Muslim Muslimah yang desainya juga trendy dan modis, kemudian Baju Batik Wanita Untuk Kerja  hingga  Model Baju Batik Modern Terbaru  yang semakin memikat dan di sesuaikan dengan perkembangan trend baju yang ada sekarang ini.

Sabtu, 19 Januari 2013

Makanan Khas Jawa Tengah

Gudeg (dalam bahasa Jawa gudheg) adalah makanan khas Yogyakartadan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan dan dibumbui dengan kluwek. Butuh waktu berjam-jam untuk membuat hidangan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan yang kental (areh), ayam, telur, tahu goreng dan sambal krecek. Komentar: salah satu makanan khas jawa tengah adalah gudeg yang terdapat didaerah jogjakarta. Biasnya gudeg rasanya manis. Gudeg juga terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya gudeg basah dan gudeg kering. Biasanya gudeg dijual pada pagi atau malam hari. Di Yogyakarta gudeg dijadikan pilihan untuk menu sarapan pagi.

Objek Wisata Ketep Jawa Tengah

Obyek Wisata Ketep Pass dikembangkan sebagai tempat Stujuan wisata baru di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) dengan ciri khas wisata kegunungapian. Obyek Wisata Ketep Pass kabupaten Magelang merupakan Obyek Wisata Alam Kegunungapian khususnya Gunung Merapi.Obyek Wisata Ketep Pass terletak pada ketingggian 1200 m dpl.Luas area sekitar 8000 m persegi,berjarak 17 km dari Blabak Magelang kearah timur,30 km dari Kota Magelang dan 35 km dari Boyolalai. Dari kota Salatiga yang berjarak sekitar 32 km,dapat melalaui Kopeng dan Desa Kaponan dan 30 km dari Candi Borobudur.Lokasi Obyek mudah dijangkau baik dengan Bus Besar,Mini bus,Sedan atau sejenisnya maupun sepeda motor. Atas prakarsa Gubernur Jawa Tengah H.Mardiyanto,dipilih tanah berbukit ini untuk dikembangkan sebagai tempat tujuan wisata baru di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) dengan ciri khas wisata kegunungapian.Obyek Wisata Ketep Pass diresmikan oleh Presiden RI Megawati Sukarno Putri pada 17 Oktober 2002.
GARDU PANDANG
Berupa 2 buah gazebo masing-masing dengan ukuran empat persegi panjang dan bangunan segi delapan dengan panjang panjang sisi lima meter.Tempat untuk melihat keindahan alam Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.Serta hamparan lahan pertanian di kedua kaki Gunung tersebut.Sambil menikmati makanan dan minuman yang disediakan oleh pedagang disekitar Obyek.
KETEP VULKANO THEATRE
Sebuah gedung tempat pemutaran film dokumenter tentang aktivitas Gunung Merapi dengan kapasitas tempat duduk 78 kursi.Film ilmiah yang menceritakan tentang terjadinya,jalur-jalur pendakian,penelitian dipuncak Garuda serta letusan dahsyat Gunung Merapi,
KETEP VULKANO CENTRE
Sebuah gedung yang disebut museum dangan luas kurang lebih 550 m persegi.Sebuah museum vulcanologi yang didalamnya berdiri miniatur Gunung Merapi,Komputer interaktif yang berisi tentang dokomen kegunungapian,beberapa contoh batu-batuan bukti letusan dari tahun ke tahun.Poster puncak Garuda yang berukuran 3x3m,poster peringatan dini lahar Gunung Merapi
AREAL PARKIR
Areal parkir yang luas dan cukup memedai untuk menampung Bus besar.
PELATARAN PANCA ARGA
Panca Arga mempunyai arti Lima Gunung,pada lokasi ini merupakan puncak tertinggi di Obyek Wisata Ketep Pass.Dari puncak tertinggi ini pengunjung dapat melihat Lima Gunung yaitu Gunung Merapi,Gunung Merbabu,Gunung Sindoro,Gunung Sumbing dan Gunung Slamet.
Selain kelima Gunung tersebut pengunjung masih dapat melihat dan menikmati Gunung-Gunung kecil dan Bukit-bukit yang sangat indah antara lain,Gunung Tidar,Gunung Andong,Gunung Pring,Bukit Menoreh,Bukit Telo Moyo dll.
 RESTAURANT KETEP PASS
Disini pengunjung dapat menikmati menu yang disajikan diRestaurant Ketep Pass sesuai selera.Bangunan di atas ketep vulcano teatre yang berdinding kaca ini,sangat cocok untuk pengunjung sambil menyantap hidangan yang tersedia juga menikmati indahnya panorama di kaki Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.
TEROPONG
Sebanyak dua buah yang berada di puncak Panca Arga dan Gardu Pandang.Dengan alat ini pengunjung dapat melihat dengan jelas keindahan panorama Gunung Merapi,Gunung Merbabu dan gunung-gunung yang lain.
MUSHOLA
Luas bangunan mushola kurang lebih 10 m persegi dengan bentuk bangunan yang artistik,lengkap dengan tempat wudlu dan toilet.
Komentar: Objek wisata ketep berada didaerah magelang, jawa tengah. Objek wisata ketep merupakan objek wisata yang mengasyikkan untuk dikunjungi. Didaerah wisata ini disediakan banyak fasilitas seperti masjid/ mushola, tempat prkir yang luas, rumah makan, dll.


Rumah Adat Jawa Tengah

Rumah Adat Jawa Tengah.Rumah Adat Jawa Tengah yaitu Rumah Joglo Adat jawa tengah merupakan salah satu peninggalan nenek moyang kita yang terdahulu dimana  yang didirikan pada tahun 1835 ini merupakan saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Dimasa awal pendiriannya, Rumah Adat Jawa Tengah Atau Joglo disebut juga dengan  bangunan dengan Soko Guru dan atap 4 belah sisi, sebuah bubungan di tengahnya, rumah Joglo berasal dari daerah Propinsi Jawa Tengah dan fungsi yang lebih menonjol adalah sebagai tempat musyawarah masalah kenegaraan dan menyusun strategi dalam melawan Belanda. Pada saat clash II di Yogyakarta, menjadi markas besar tentara pelajar (TP) seluruh Jogjakarta di bawah pimpinan Kapten Martono (Menteri Transmigrasi masa pemerintahan presiden Soeharto).
salah satu Rumah adat Jawa tengah yaitu Joglo Kelor merupakan joglo terbaik se-Kabupaten Sleman. Hal ini terlihat dari bagian-bagiannya yang lebih lengkap dan masih asli. Menurut pandangan metafisika, rumah joglo ini memiliki energi spiritual yang dapat dirasakan dalam radius ± 100 meter. Secara Resmi, Joglo Kelor menjadi obyek wisata pada bulan oktober 2002. Beberapa waktu lalu, sebuah Sepeda (yang dipakai oleh Kapten Martono) dan Lampu Gantung (yang digunakan untuk penerangan dalam rapat-rapat TP), di pindahkan dari Joglo ke Benteng Vredeburg.
Rumah Adat Jawa Tengah Atau Rumah Tua (Joglo) banyak ditemukan dalam kondisi kurang terawat, mungkin puluhan tahun sudah tak tersentuh pemeliharaan. Meskipun, beberapa masih dipakai sebagai tempat tinggal, namun sebagian lagi bertahun-tahun berupa rumah kosong. Hanya sedikit dari rumah joglo dalam kondisi terawat. Sebagian besar rumah joglo diperoleh dari daerah pesisir pantai Utara Jawa sekitar Demak – Kudus.
Rumah Joglo ini kebanyakan hanya dimiliki oleh mereka yang mampu. Hal ini disebabkan rumah bentuk joglo membutuhkan bahan bangunan yang lebih banyak dan mahal dari pada rumah bentuk yang lain. Masyarakat jawa pada masa lampau menganggap bahwa rumah joglo tidak boleh dimiliki oleh orang kebanyakan, tetapi rumah joglo hanya diperkenankan untuk rumah kaum bangsawan, istana raja, dan pangeran, serta orang yang terpandang atau dihormati oleh sesamanya saja. Dewasa ini rumah joglo digunakan oleh segenap lapisan masyarakat dan juga untuk berbagai fungsi lain, seperti gedung pertemuan dan kantor-kantor.
Arsitektur tradisional Jawa harus dilihat sebagai totalitas pernyataan hidup yang bertolak dari tata krama meletakkan diri, norma dan tata nilai manusia Jawa dengan segala kondisi alam lingkungannya. Arsitektur ini pada galibnya menampilkan karya “swadaya dalam kebersamaan” yang secara arif memanfaatkan setiap potensi dan sumber daya setempat serta menciptakan keselarasan yang harmonis antara “jagad cilik” (mikrokosmos) dan “jagad gedhe” (makrokosmos).
Pada dasarnya, rumah bentuk joglo berdenah bujur sangkar. Pada mulanya bentuk ini mempunyai empat pokok tiang di tengah yang di sebut saka guru, dan digunakan blandar bersusun yang di sebut tumpangsari. Blandar tumpangsari ini bersusun ke atas, makin ke atas makin melebar. Jadi awalnya hanya berupa bagian tengah dari rumah bentuk joglo zaman sekarang. Perkembangan selanjutnya, diberikan tambahan-tambahan pada bagian-bagian samping, sehingga tiang di tambah menurut kebutuhan. Selain itu bentuk denah juga mengalami perubahan menurut penambahannya. Perubahan-perubahan tadi ada yang hanya bersifat sekedar tambahan biasa, tetapi ada juga yang bersifat perubahan konstruksi.Rumah adat khas Jawa Tengah dikenal dengan nama rumah Joglo. Rumah ini biasanya membutuhkan lahan yang luas untuk pembangunannya. Sebagian besar, rumah model ini membutuhkan banyak kayu seperti kayu jati, sengon, dll.


Sumber : Banyaksumber

Selasa, 15 Januari 2013

Manusia Hobbit Museum Geologi

Manusia Hobbit Museum Geologi. Tahukah Anda bahwa ada sekitar 50.000 koleksi yang dimiliki Museum Geologi? Lantas, dari mana sajakah koleksi tersebut berasal? Rubrik Geducation kali ini akan membahas mengenai asal-usul produk Museum Geologi selama ini.
Ternyata, koleksi yang dimiliki Museum Geologi tidak melulu ditemukan oleh bangsa Indonesia, namun ada juga yang berasal dari penemuan peneliti Warga Negara Asing. Hal tersebut sebenarnya lumrah terjadi. Mausia Hobbit Museum Geologi  adalah salah satu koleksinya. Barang-barang koleksi ini tidak hanya didapatkan secara cuma-cuma dari seorang donatur, melainkan ada pula barang-barang koleksi yang dijual oleh ahli geologi kemudian dibeli oleh Museum Geologi dan resmi menjadi hak milik Museum.
Museum Geologi ini memang merupakan tempat yang benar-benar menyimpan misteri dan kekayaan alam Indonesia dari seluruh pelosok daerah di Indonesia. Koleksi fosil terbesar di Indonesia, yaitu Stegodon trigonocephalus, gajah purba berkepala triagonal yang ditemukan di daerah Jawa Timur. Panjang gadingnya mencapai 4 meter dengan tinggi tubuh mencapai 2,5 meter pun terpajang di Museum Geologi.
Reptilia yang hidup berkuasa di zaman Mesozoikum tengah hingga akhir atau 210-65 juta tahun lalu itu diperagakan dalam bentuk replika fosil Tyrannosaurus Rex Osborn. Kadal buas pemakan daging itu panjangnya mencapai 19 meter, tinggi 6,5 meter, dan berbobot 8 ton. Ia diketahui pernah hidup, di antaranya di daratan Amerika Utara dan Mongolia.
Ada pula fosil kura-kura purba raksasa. Tingginya diperkirakan pernah mencapai 1,5 meter dan panjangnya 2 meter. Binatang reptil yang bernama ilmiah Megalochelys cf. sivalensis ini ditemukan di Kali Glagah, Bumiayu, Jawa Tengah. Umurnya ketika ditemukan sekitar 1,7 juta tahun. Namun bentuknya sudah tak utuh.
Fosil yang bentuknya lengkap, yaitu nenek moyang badak Jawa, diperkirakan berusia 1 juta tahun lebih. Rangka Rhinocerus sondaicus desmarest itu ditemukan di Jawa Timur. Sampai kini, keturunan makhluk mamalia itu masih hidup di Ujung Kulon, Banten.
Replika tengkorak manusia purba yang berdiri tegak atau homoerectus berada di ujung lorong. Manusia Jawa itu ditemukan di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, pada 1969. Tingginya diperkirakan mencapai 2 meter. Mukanya menjorong ke depan, dengan tulang alis menonjol keluar. Isi otaknya berkisar 1.000 cc, atau 2,5 kali lebih besar dari otak gorila, orang utan, dan simpanse. Ia diperkirakan hidup pada 700-800 ribu tahun silam.
Museum Geologi mendapat koleksi terbaru untuk tahun 2012 ini. Manusia Hobbit, inilah koleksi terbaru yang dimiliki Museum Geologi. Sebenarnya sudah sejak tahun 2003, tim arkeolog gabungan dari Indonesia dan Australia menemukan kerangka sejenis manusia purba di Pulau Flores. Penemuan ini menghebohkan para ahli. Mereka memperdebatkan apakah spesies ini berasal dari spesies yang sama dengan manusia modern atau merupakan spesies berbeda. Hal ini disebabkan karena spesies yang memiliki nama latin Homo floresiensis ini memiliki ukuran tubuh dan otak yang sangat kecil. Namun, dari penemuan di gua tempat kerangka spesies ini ditemukan, para ahli juga mendapatkan bukti adanya penggunaan perkakas rumit, yang merupakan salah satu ciri manusia modern (Homo sapiens).
Manusia Hobbit dari Museum Geologi yatu Spesies ini diperkirakan berasal dari antara 74.000 hingga 13.000 tahun yang lalu. Karena ukurannya yang kecil (dengan tinggi sekitar 1 meter), orang-orang memberi nama “Hobbit” dari nama salah satu ras fiktif dalam buku karya J.R.R. Tolkien, The Hobbit.
Sebagian besar ahli memutuskan bahwa spesies ini adalah spesies Homo awal yang masih mirip kera. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa spesien ini sebenarnya hanyalah Homo sapiens yang memiliki kelainan sehingga bertubuh sangat kecil.
Kemudian pada tahun 2006, pnelitian bersama antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung, Indonesia (Dr. Fachroel Aziz) dan University of New England, Australia – University of Wallongong, Australia (Dr. Mike Morwood), dengan tema “Astride the Wallace Line”. Menunjukkan bukti bahwa “manusia purba” telah menghuni Flores sekitar 1.000.000 tahun lalu.
Barulah, pada tahun 2012 sebagai tindak lanjut MoU antara Badan Geologi, Bandung, Indonesia dan University of Wallongong, Australia, tentang penelitian ilmu kebumian (Earth Sciences), maka diadakan penelitian bersama antara Pusat Survei Geologi, Badan Geologi (Dr. Fachroel Aziz) dan School of Earth and Environmental Science, University of Wallongong (Dr. Mike Morwood), bertemakan “In Search of the First Hominins”. Maka, setelah itu resmilah manusia hobbit menempati Museum Geologi Bandung.
Saat ini, manusia hobbit itu sendiri terpajang di ruang tengah Museum Geologi sehingga menjadi attention getter bagi pengunjung yang baru memasuki Museum. Akan selalu ada investasi koleksi di Museum Geologi. Bagaimana menurut Anda, menarikkah koleksi yang ada di Museum Geologi Bandung ini?

Sabtu, 12 Januari 2013

" Merpati Putih"

Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong (PPS.Betako) Merpati Putih menggunakan tenaga dalam asli manusia, dengan teknik olah napas. Pada orang biasa, tenaga asli tersebut dapat dilihat dan digunakan hanya pada saat orang bersangkutan dalam kondisi terdesak saja. Misal: melompat pagar saat anjing mengejarnya di jalan yang buntu. Dalam keadaan kembali normal / tidak terdesak, orang tersebut serasa tidak percaya telah melompati pagar yang tinggi tersebut. Maka di dalam Pencak Silat ini, bagaimana menggunakan tenaga ekstra asli manusia tersebut pada saat normal, kapanpun dan dimanapun.

Secara normal sel dalam tubuh manusia menghasilkan zat yang bernamaAdenosine Triphospate (A.T.P) yang merupakan cadangan energi dalam tubuh. Maka dengan bantuan teknik olah napas, tenaga tersembunyi manusia itu dapat di latih untuk diperoleh dan dikumpulkan di dalam tubuh. Ada banyak teknik olah napas di dalam Pencak Silat ini diantaranya Pernapasan Pembinaan dan Pernapasan Pengolahan. Juga Ada beberapa Teknik jurus (disebut dengan rangkaian gerak) diantaranya adalah Rangkaian Gerak Praktis (RGP), Rangkaian Gerakan Terikat (RGT) dan Rangkaian Gerakan Bebas (RGB).
Hasil olah gerak dan olah napas ini kemudian dapat diolah menjadi tenaga 'getaran'.
Urutan pemahaman gerakan pada Merpati Putih adalah: Gerak Dasar --> Gerak Pengarahan --> Gerak Naluri (plus getaran).

Selain dari Diri Sendiri (energi badan), pengambilan energi getaran di Pencak Silat Merpati Putih ini dapat pula diambil dari alam seperti dari Bumi (energitanah juga pohon yang berusia amat tua), atau bahkan energi dari Angkasa(energi bintangmatahari ataupun bulan.

Beberapa tahun belakangan, ilmu tenaga dalam Merpati Putih yang mengandung energi dan getaran ini telah diselidiki lebih jauh secara ilmu pengetahuan dan dikembangkan juga untuk pengobatan serta untuk kepentingan orang tuna netra, agar mereka bisa membaca, membedakan dan mengenali warna serta dapat mempermudah segala aktivitas lainnya sehari-hari.

Pola latihan Merpati Putih sudah diteliti oleh ilmuwan sejak mulainya Operasi Seta I (1972) bersama dengan para Taruna Militer dengan hasil bahwa metode latihan Merpati Putih menghasilkan pola yang hampir sama dengan aerobik plus ditambah munculnya tenaga tambahan. Secara aktif diteliti efeknya pada tubuh manusia oleh para dokter-dokter spesialis di Yayasan Jantung Sehat. Getaran juga diujicobakan pada Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) untuk mendeteksi radiasi nuklir. Hasilnya, getaran Merpati Putih dapat lebih cepat digunakan untuk mendeteksi radiasi nuklir dibanding alat yang digunakan oleh BATAN.

Pada Markas Polisi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Mapolda MetroJaya) getaran Merpati Putih diujicobakan untuk mendeteksi narkoba yang disembunyikan pada mobil, kantong perorangan, lemari, dan banyak tempat. Hasilnya, pesilat berhasil menunjukkan dengan sempurna lokasi penyimpanan narkoba tersebut. Belum lama ini (2009), bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, getaran Merpati Putih digunakan untuk mendeteksi kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di sepanjang Ciliwung. Tahun 2010 sedang diupayakan kerjasama dengan Palang Merah Internasional untuk masuk di dalam tim bantuan pencarian korban bencana alam.
Hingga kini terus dikembangkan untuk masuk pada aspek-aspek kemanusiaan lainnya.

TINGKATAN DAN LATIHAN

Ada dua belas tingkatan di dalam PPS Betako Merpati Putih ini. Tingkatan-tingkatan dalam PPS Betako Merpati Putih dimulai dengan:
  • 1. Tingkat Dasar I, tingkatan pertama masih berstatus calon anggota, walaupun telah berseragam baju atau kaos berwarna putih, celana hitam, kerah baju merah dengan label nama diri di dada namun sabuk masih putih polos. 
  • 2.Tingkat Dasar II, tingkatan kedua dan seterusnya telah memakai seragam anggota tanpa nama diri dengan lambang IPSI dan lambang Merpati Putih di dada serta bersabuk merah polos.
  • 3. Tingkat Balik I, sabuk merah (tanpa strip) dengan lambang Merpati Putih di salah satu ujungnya.
  • 4. Tingkat Balik II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah di salah satu ujungnya.
  • 5. Tingkat Kombinasi I, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip jingga di salah satu ujungnya.
  • 6. Tingkat Kombinasi II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip kuning di salah satu ujungnya.
  • 7. Tingkat Khusus I (Khusus Tangan), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip hijau di salah satu ujungnya.
  • 8. Tingkat Khusus II (Khusus Kaki), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip biru di salah satu ujungnya.
  • 9. Tingkat Khusus III (Khusus Badan), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip nila di salah satu ujungnya.
  • 10. Tingkat Penyegaran, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip ungu di salah satu ujungnya.
  • 11. Tingkat Inti I, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip putih di salah satu ujungnya.
  • 12. Tingkat Inti II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah dan putih di salah satu ujungnya.
Para anggota berlatih paling tidak dua kali dalam seminggu di suatu Kelompok Latihan atau biasa disebut Kolat. Setiap kali latihan memakan waktu sekitar kurang-lebih dua jam. Pada tiap tahun, yaitu tepatnya setiap Tahun Baru 1Suro atau 1 Muharam, seluruh anggota dari Sabang sampai Meraukediperbolehkan mengikuti dan berkumpul bersama-sama anggota lainnya diYogyakarta, tepatnya di pantai Parang Kusumo untuk latihan bersama dari semua Tingkatan. Juga diadakan Napak Tilas di daerah Bukit Manoreh. Acara ini sudah merupakan tradisi di dalam perguruan pencak silat ini yang berguna untuk mengetahui dan dapat bertukar pikiran antar anggota satu dengan anggota lainnya.
Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pada tiap tingkatan dibedakan berdasarkan wilayah. Pada tingkat Dasar I hingga Balik II dilaksanakan di Cabang (Pengcab). Pada UKT Tingkat Kombinasi I menuju Kombinasi II dilaksanakan di Daerah (Pengda). Sedangkan UKT untuk tingkat Kombinasi 2 keatas dilaksanakan di Pusat (Parangkusumo, Yogyakarta) baik anggota dalam negeri maupun luar negeri.

SIKAP HORMAT PERGURUAN

"Mengangkat dua jari tangan kiri (telunjuk dan jari tengah) di depan kening. Bersamaan itu pula sambil menarik napas halus disertai tangan kanan mengepal di depan dada agak ke kiri (di depan jantung) tidak menempel, badan tegak, pandangan lurus ke depan, muka tegak, kaki terbuka (selebar sikap sempurna)"
Artinya :
1. Dua jari di depan kening
  • Anggota Merpati Putih selalu mengutamakan pemikiran terlebih dahulu daripada bertindak
  • Dua jari juga merupakan lambang perdamaian (kode etik internasional) sehingga anggota Merpati Putih harus selalu mengutamakan, menjunjung tinggi menghormati, serta mencintai perdamaian
  • Dua jari juga mengingatkan kita bahwa di dunia ini ada dua hal yang selalu ada baik-buruk, siang-malam, ayah-ibu, pria-wanita, untung-rugi, ada penciptaan-ada ciptaan.
2. Tangan mengepal
  • Melambangkan keteguhan hati (waktu menghirup napas) menyatukan dengan alam, dengan kehendak-Nya, berpasrah diri, menyadari sedalam-dalamnyabahwa kita hamba Tuhan.
3. Bentuk kaki (sikap sempurnya)
  • Melambangkan sikap mandiri, kokoh, tegak, tegap, tegas dengan sikap memandang lurus ke depan.

ARTI BAJU SERAGAM MERPATI PUTIH

1. Baju, terdapat lubang 3 pasang di dekat leher. Warna putih dengan leher warna merah berbentuk segi lima dengan garis - garis jahitan berjumlah 5 buah pada bagian setiap ujung lengan.
Artinya :
  • Warna putih menunjukkan kesucian, ketulusan hati, kepasrahan, keterbukaan hati serta menjunjung tinggi arti perdamaian.
  • Leher berbentuk segi lima menggambarkan Pancasila, terdapat juga jumlah jahitan pada leher tersebut. Ini berarti anggota Merpati Putih menjunjung tinggi dasar negara Indonesia yaitu Pancasila.
  • Lubang tali kancing mengingatkan kita agar selalu ingat bahwa di dalam hidup ini terdapat :
TUHAN YME (sang pencipta), ALAM (sumber hidup), DUNIA (kehidupan). Selain itu juga menggambarkan jumlah janji anggota Merpati Putih yang sering disebut TRI PRASETYA.
2. Celana, berwarna hitam menggambarkan ciri khas Pencak Silat indonesia dan merupakan pakaian khas masyarakat (petani). Warna hitam juga melambangkan keteguhan hati.
3. Sabuk, berwarna merah dengan jumlah jahitan 5 jalur menggambarkan Pancasila. Dalam menggunakan seragam yang telah dilengkapi dengan menggunakan sabuk merah berarti telah siap sebagai anggota Merpati Putih yang mengerti makna baik dan buruk serta bertanggung jawab dalam melaksanakan dan mengamalkan ajaran perguruan yaitu MERSUDI PATITISING TINDAK PUSAKANE TITISING HENING. Anggota yang sudah bersabuk merah sebenarnya memiliki beban tanggung jawab yang besar. Anggota yang sudah diakui penuh, disumpah melalui janji Anggota. Disitulah perguruan mulai menanamkan sesuatu yang harus dilaksanakan anggota yaitu :
1. Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Kepada negara dan bangsa sebagai perwujudan alam seisinya.
3. Kepada perguruan sebagai wadah penggaliannya.
Anggota yang masih bersabuk putih merupakan ujian semakin dijiwainya gerak dalam berlatih pencak silat dan olah napas. Maka akan muncul semangat dari anggota bersabuk putih untuk mendapat pengakuan dari Keluarga Besar Perguruan Pencak Silat Merpati Putih.
Arti Lambang PPS Betako Merpati Putih
1. Bentuk segi lima, PPS Betako Merpati Putih berasaskan Pancasila dan UUD 1945.
2. Garis segi lima berwarna merah, melammbangkan persatuan dan kesatuan seluruh Keluarga Besar PPS Betako Merpati Putih dalam mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa.
3. Warna dasar biru, melambangkan sikap dan watak perdamaian sebagai pesilat, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional.
4. Tulisan Betako dan Merpati Putih Bermotif Aksara Jawa, melambangkan sumber ilmu Merpati Putih berasal dari tanah Jawa yang merupakan budaya asli bangsa indonesia.
5. Gambar tangan berwarna hitam (telapak tangan), melambangkan keteguhan hati bagi setiap anggota Merpati Putih.
6. Warna kuning melingkari tangan, melambangkan kejayaan dari ilmu Merpati Putih.
7. Burung merpati dengan kepala tunduk, melambangkan sikap dan watak anggota Merpati Putih, semakin memiliki ilmu semakin mencapai ketenangan lahir dan batin, seperti falsafah padi (semakin berisi semakin merunduk).
8. Pita berwarna merah bertuliskan Merpati Putih berwarna putih, melambangkan warna bendera Pusaka Merah Putih yang melambangkan keberanian dan kesucian.